Sistematika Penulisan Tesis

Istilah tesis seringkali terdengar di telinga para akademisi maupun masyarakat umumnya. Namun, tahukah apa sebenarnya tesis itu? Bagaimana wujudnya? Dan bagaimana  pula sistematika penulisan tesis yang lazim dipakai di perguruan tinggi? Ada baiknya, cermati informasi yang dihadirkan berikut ini dengan seksama! Lantaran, di sini telah dirangkum sejumlah ulasan penting tentangnya, sebagai berikut: 

Mengenal Definisi Tesis

Sebelum mengenal lebih lanjut tentang sistematika penulisan tesis, maka alangkah baiknya jika memahami dahulu definisinya. Secara sederhana, tesis ini dapat diartikan sebagai suatu bentuk tulisan ilmiah yang ditulis oleh peneliti guna menyelesaikan studi magister. Selain sebagai syarat kelulusan, tesis ini memiliki peran pengembangan penelitian khususnya berkaitan dengan pemanfaatan teoritis keilmuan. 

Wujud Tulisan Ilmiah Tesis  

Sebagai salah satu karya ilmiah penting, tesis ini memiliki wujud yang membedakan dari tulisan lain pada umumnya. Yakni terdiri dari sejumlah ciri spesifik yang lazimnya: 

  • Berbentuk karya ilmiah yang tersusun secara sistematis dari bagian awal hingga akhir; 
  • Memakai bahasa nasional Indonesia dengan melampirkan ringkasan bilingual terdiri dari bahasa Indonesia dan Inggris, atau bisa juga ditulis dengan bahasa Inggris bila memenuhi kondisi dan syarat tertentu; 
  • Memiliki bobot 20 Sistem Kredit Semester apabila mengacu pada Permen nomor 49 yang diresmikan pada tahun 2014; dan 
  • Mempunyai topik singkat, padat, dan jelas dan didukung analisis menggunakan metode yang sesuai dengan bidang keilmuan. 

Sistematika Penulisan Tesis Secara Umum 

Setelah memahami tentang definisi dan wujud tesis pada gambaran singkat di atas, maka selanjutnya adalah membahas tentang sistematika penulisan tesis. Umumnya, ada aturan pokok yang diterapkan oleh perguruan tinggi, yang biasanya terdiri dari: 

1. Bagian Pembukaan 

Pertama, sistematika penulisan tesis ini memegang peranan penting sebagai identitas pengenal yang memudahkan pembaca untuk memperoleh banyak informasi tentang tesis secara cepat. Oleh karena itu, lazimnya bagian pembuka ini memiliki bagian-bagian sistematis yang meliputi: 

  • Sampul depan tesis yang memuat informasi penting terkait identitas tesis mulai dari nama penulis, asal instansi, judul, logo kampus, hingga informasi tahun selesainya pengerjaan kegiatan penelitian; 
  • Lalu ada halaman sampul dalam yang dibuat persis dengan bagian depan, bedanya hanya pada kertas HVS yang digunakan; 
  • Ringkasan serta Summary atau terjemahan bahasa Inggris, yang hendaknya ditulis secara padat dan berdiri sendiri sehingga dapat dipahami pembaca dengan  cepat tanpa harus membaca keseluruhan isi tesis; 
  • Ada halaman judul yang berisikan identitas tesis yang menerangkan pada pembaca alasan di balik pembuatannya; 
  • Pengesahan yang menjadi bukti legalisasi dari instansi tempat penulis menempuh pendidikan; 
  • Esai tentang riwayat kehidupan peneliti untuk melengkapi identitas dan rekam jejak dari sisi akademik maupun non akademik; 
  • Kata pengantar yang menjadi sambutan untuk pembaca sebelum mempelajari tesis lebih lanjut; serta
  • Sejumlah daftar penting seperti daftar isi, tabel, gambar, lampiran, atau daftar lain yang memudahkan pembaca menemukan informasi penting yang tengah dicari dari tesis. 

2. Inti Tesis 

Selanjutnya, ada bagian isi yang menjadi inti  informasi dari penelitian tesis yang ditulis oleh seseorang. Kelengkapan informasi dari bagian ini sangat menentukan kualitas tesis,  yang meliputi sejumlah komponen penting terstruktur, terdiri dari: 

a. Sistematika Penulisan Tesis Bab Pendahuluan 

Pada dasarnya bagian ini terlihat serupa dengan jenis penelitian ilmiah yang lain. Yaitu sebagai tempat memuat informasi awal terkait urgensi kegiatan penelitian yang berisi bahasan: 

  • Latar belakang yang menjadi motivasi penulis dalam mengembangkan penelitian tesis ini berdasarkan pengalaman empiris dan penguasaan teori masing-masing; 
  • Rumusan masalah yang berisi acuan permasalahan yang ingin dipecahkan pada kegiatan penelitian; 
  • Tujuan penulis baik secara teoritis maupun praktis yang ingin dicapai dengan adanya kegiatan penelitian tesis berkaitan;  dan 
  • Hipotesis awal yang menunjukan asumsi awal atas masalah dan teori sebelum dilaksanakannya penelitian lebih lanjut. 

b. Kerangka Teori yang Dipergunakan 

Sesudah pendahuluan, maka peneliti harus menyiapkan kerangka teori yang dipakai. Biasanya bagian ini berisi hal-hal penting terkait landasan keilmuan, berupa: 

  • Data hasil penelitian yang lebih dulu dilakukan dan dirasa relevan dengan sejumlah permasalahan yang diangkat peneliti; 
  • Landasan teoritis baik yang bersifat matematis, deskriptif, maupun lainnya yang didapat dari sumber diakui; serta
  • Sejumlah landasan data lain yang dibenarkan pencatumannya sesuai aturan di bidang keilmuan. 

c. Metode Penelitian Tesis yang Dipilih 

Berikutnya ini adalah gambaran mengenai konsep berpikir peneliti saat menjalankan penelitian dalam tesisnya. Terdiri dari beberapa komponen metodologi penting dan sistematis, laiknya: 

  • Teknik untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian; 
  • Informasi detail tentang waktu dan lokasi pelaksanaan kegiatan penelitian tesis; 
  • Bahan serta peralatan-peralatan yang dipergunakan dalam mengolah maupun menganalisis data hasil temuan di lapangan; 
  • Rancangan uji coba yang bersifat opsional mengacu pada jenis penelitian yang digunakan; 
  • Sistematika terkait teknis pelaksanaan kegiatan analisis data; serta
  • Prosedural yang tersistematis saat peneliti terjun ke lapangan untuk mengimplementasikan rancangan penelitiannya. 

d. Hasil Serta Pembahasan Penelitian 

Pasca menjalankan penelitian peneliti tentu akan mendapat sejumlah data penting sesuai temuan di lapangan. Kemudian data tersebut diolah dan dianalisis dengan acuan teori keilmuan peneliti pada bab ini, yang lazimnya melingkupi: 

  • Temuan-temuan penting data baik berupa dokumen transkripsi, tabulasi, gambar, bagan, foto atau lainnya yang disajikan secara rinci dan jelas; dan
  • Penjabaran hasil penganalisisan data temuan di atas dengan memakai pisau bedah berupa teori-teori yang dibahas oleh peneliti tesis pada bab sebelumnya.

e. Simpulan dan Saran dari Peneliti 

Apabila peneliti telah selesai melakukan penyajian analisisnya maka akan membuat simpulan dan saran atas penelitian tesis yang dilakukan. Kebanyakan, bagian penting ini berisikan: 

  • Jawaban atas pencapaian tujuan penelitian yang dikatakan oleh peneliti pada bagian awal tesis; 
  • Tempat pembuktian kebenaran asumsi awal atau hipotesis yang dijadikan dasar dalam melakukan serangkaian kegiatan penelitian; dan 
  • Rekomendasi penting terkait isi tesis kepada para pembaca maupun peneliti lain setelahnya berkaitan dengan hal-hal yang dapat mengoptimalkan potensi tesis maupun ilmu pengetahuan terkait di kemudian hari. 

3. Akhir Tesis 

Setelah menyelesaikan bagian inti tesis yang disebutkan di atas, maka selanjutnya beralih pada bagian akhir. Inti dari bagian ini adalah sebagai penutup yang melengkapi sebuah tesis, karenanya memuat dua komponen penting yang terdiri atas: 

  • Daftar rujukan atau pustaka yang dijadikan sumber referensi dalam menulis tesis terdiri dari buku, majalah, jurnal atau publikasi lain yang diakui dengan ketentuan minimal 30 hingga 40 pustaka, sesuai dengan kebijakan masing-masing perguruan tinggi; dan 
  • Lampiran yang bisi data dengan fungsi untuk menerangkan dan menguatkan hasil penelitian namun tidak dapat disertakan secara langsung pada bagian inti tesis. 

Pembahasan mengenai bagian akhir tesis di atas, sekaligus melengkapi isi kajian ini. Artinya, segala informasi terkait definisi, wujud, dan sistematika penulisan tesis telah diuraikan secara rinci dan jelas. Bagaimana? Sudahkah siap untuk mulai merancang tesis untuk menyongsong kelulusan? 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *