Proker KKN Pendidikan

Dalam menyusun program kerja atau proker KKN, mahasiswa sebaiknya memilih program yang akan diterapkan ke dalam beberapa bidang. Misalnya, klasifikasi proker KKN pendidikan, bidang hukum, kesehatan, ekonomi, atau lingkungan. Setelah itu, barulah melakukan break down untuk masing-masing bidang tersebut. Sebagai contoh, berikut adalah program di bidang pendidikan yang bisa direncanakan:

1. Bimbingan untuk Siswa Sekolah Daring

Masa pandemi bukan berarti para mahasiswa kesulitan untuk membuat proker KKN pendidikan. Meskipun kegiatan sekolah secara tatap muka dihentikan, namun kegiatan belajar mengajar berganti secara daring di rumah masing-masing. Dengan demikian, para peserta KKN dapat merancang program untuk membantu kegiatan belajar daring tersebut.

Siswa-siswa yang belajar di rumah menggunakan media online, bukan berarti mereka menguasai media belajar tersebut. Selain itu, media online juga membatasi ruang untuk siswa jika ingin berdiskusi atau bertanya kepada guru. Sebaliknya guru juga tidak dapat memberikan pengawasan optimal kepada siswa. Maka, mahasiswa KKN dapat membimbing siswa yang belajar secara daring.

2. Edukasi Covid-19 untuk Anak-Anak

Dunia anak-anak yang lekat dengan bermain dan berkumpul bersama kawan sebaya, sebaiknya sangat perlu diwaspadai sebagai klaster penularan virus corona. Terkait dengan hal tersebut, anak-anak juga sangat perlu mendapatkan edukasi mengenai bahaya virus ini.

Edukasi terkait corona untuk anak-anak tentu harus melibatkan orang dewasa sebagai pendukungnya. Namun, teknis pemberian edukasinya dapat menggunakan metode yang menyenangkan, agar anak-anak tidak bosan dan bisa menangkap pesan yang disampaikan. Misalnya, dengan membuat games, papan informasi warna-warni, atau lomba mewarnai gambar dengan tema virus corona.

3. Lomba Cerdas Cermat Tingkat SD

Dengan mengangkat tujuan pendidikan, peserta KKN dapat membuat lomba cerdas cermat sebagai salah satu program yang akan dilaksanakan. Lomba ini, meskipun juga memungkinkan dilakukan pada jenjang pendidikan lain, namun biasanya akan lebih ramai dan mendapat antusias warga jika dilaksanakan di level SD.

Meski begitu, peserta KKN harus pula memetakan potensi di lokasi KKN, terkait memungkinkan atau tidaknya lomba semacam ini terlaksana. Selain dari faktor ada atau tidaknya sekolah SD di lingkungan desa tersebut, juga terkait teknis lomba yang harus dipersiapkan dengan matang oleh kelompok KKN yang bertugas.

4. Pelatihan Keterampilan Komputer Tingkat Dasar

Bagi kalangan pemuda atau yang biasa tergabung dalam Karang Taruna, keterampilan komputer tingkat dasar dapat menjadi pilihan program KKN. Selain pemuda, kaum bapak serta staf kantor desa pun memungkinkan untuk menjadi peserta pelatihan ini. Faktanya, personel kelurahan atau kantor desa belum tentu memiliki keterampilan yang mumpuni.

Dengan menyelenggarakan pelatihan komputer ini, diharapkan para pemuda dan juga pesertanya dapat mengoptimalkan keterampilannya dalam hal membantu tugas-tugas administratif di desa. Contoh pelatihan yang bisa dilakukan adalah dasar-dasar microsoft word, excell, serta power point.

5. Pelatihan Pembuatan Grease Trap

Grease trap merupakan sebuah upaya edukasi bagi ibu-ibu rumah tangga, khususnya terkait pembuangan limbah minyak goreng ke selokan, tanah, atau sungai. Pelatihan ini sekaligus sebagai salah satu terapan teknologi tepat guna, yang memanfaatkan bahan-bahan sederhana untuk membuat sarana yang bermanfaat jangka panjang.

Para mahasiswa terkadang mengalami kesulitan ketika menyusun proker KKN pendidikan. Hal tersebut karena adanya mindset bahwa program yang dibuat harus terkait langsung dengan sekolah. Padahal, sepanjang program tersebut memberi manfaat edukasi kepada masyarakat, maka hal tersebut dapat diangkat sebagai salah satu program di bidang pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *