Cara Membuat Proposal Disertasi

Sama seperti penelitian pada umumnya, untuk melakukan disertasi juga harus dimulai dengan membuat proposal. Bagi yang belum menempuh kuliah S3, mungkin belum mengetahui cara membuat proposal disertasi. Namun, jangan khawatir karena artikel ini akan menjelaskan bagaimana membuat proposal dengan tujuan untuk disertasi. Dengan begitu, bagi siapa pun yang sudah berencana kuliah S3 bisa mempersiapkan diri dari sekarang.

Sebelum membahas tentang pembuatan proposal, penting untuk diketahui bahwa proposal disertasi harus dibuat semenarik mungkin dan pastinya memiliki tujuan berbeda dari penelitian yang sudah ada sebelumnya. Hal ini dikarenakan disertasi harus bisa mendobrak masalah dari topik penelitian yang sudah ada. Melalui proposal yang dibuat, peneliti harus bisa menunjukan bahwa disertasinya adalah penelitian baru. Supaya lebih jelas, simak cara membuat proposal untuk disertasi berikut ini:

1. Tentukan Topik yang Akan Dibahas

Langkah awal dari cara membuat proposal disertasi yaitu menentukan topik yang akan dibahas. Topik ini bisa berkaitan dengan suatu isu yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat luas atau isu yang sedang ramai diperbincangkan. Langkah awal ini mungkin akan membuat peneliti sedikit kebingungan karena ada banyak topik penelitian yang bisa dibahas.

Supaya mendapatkan topik yang tepat, pastikan untuk menentukan topik yang benar-benar dikuasai. Untuk mendapatkan referensi topik bisa dengan membaca berita untuk mengetahui isu terbaru. Selain itu, peneliti juga bisa membaca sejumlah penelitian dengan topik berbeda untuk menemukan inspirasi.

2. Siapkan Judul

Setelah mendapatkan topik yang tepat untuk dibahas dalam penelitian. Maka, langkah selanjutnya yaitu menyiapkan judul disertasi. Judul bisa didapatkan dari menganalisis masalah yang ada pada topik penelitian. Peneliti bisa mengidentifikasi masalah dan apa saja yang menjadi keresahan banyak orang dari topik tersebut. Dengan kata lain, judul adalah bagian yang lebih spesifik dari topik penelitian. Judul yang dipilih juga tentunya harus berbeda dengan judul penelitian lainnya dengan topik serupa.

3. Rumuskan Masalah

Tujuan dari penelitian tak lain adalah untuk menjawab masalah yang ada dan memberikan solusi nyata. Oleh karena itu, peneliti harus bisa merumuskan masalah dan menjelaskannya dengan tepat. Rumusan masalah juga harus bisa menjelaskan mengapa disertasi yang sudah direncanakan ini harus segera dilaksanakan. Selain itu, peneliti juga sebaiknya menjabarkan urgensi dari penelitian yang akan dilakukan.

4. Buat Latar Belakang

Setelah berhasil menemukan topik, judul, serta merumuskan masalah, peneliti harus membuat latar belakang proposal. Latar belakang ini nantinya akan menjadi bab I dalam disertasi yang telah disetujui oleh penguji. Lalu, apa saja yang perlu diuraikan dalam latar belakang? Peneliti bisa menjabarkan terkait masalah yang akan dibahas dalam penelitian kemudian mengaitkannya dengan teori dan penelitian sebelumnya. Tujuan dari menjelaskan keterkaitan penelitian yang akan dilakukan dengan penelitian yang sudah ada yaitu untuk menunjukan bahwa peneliti memiliki landasan kuat.

5. Menjelaskan Teori dan Metodologi Penelitian

Dalam melakukan penelitian, tak terkecuali disertasi membutuhkan teori sebagai landasan untuk menganalisis data yang nantinya diperoleh. Teori juga memiliki peranan penting karena akan mempengaruhi sudut pandang peneliti dalam melihat masalah. Sementara itu, metodologi juga diperlukan sebagai panduan untuk mengarahkan peneliti bagaimana penelitiannya bisa dilakukan dengan benar. Jadi, setiap langkah dalam disertasi harus dilakukan sesuai dengan metodologi yang sudah ditentukan.

Demikianlah penjelasan mengenai cara membuat proposal disertasi. Ada 5 cara yang perlu dilakukan untuk menghasilkan proposal dengan benar. Setelah membuat proposal, peneliti masih harus mengikuti sidang untuk mendapat persetujuan penguji apakah proposal tersebut layak untuk dilanjutkan atau tidak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *