Sistematika Penulisan Proposal Penelitian

Karya tulis ilmiah seperti proposal penelitian sangatlah sering dibuat oleh masyarakat utamanya mahasiswa tingkat akhir untuk memenuhi tugasnya. Karena itu banyak yang akhirnya mencari tahu bagaimana sistematika penulisan proposal penelitian yang benar. Tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil penulisan proposal penelitian yang baik dan sesuai dengan kaidahnya.

Mengenal Proposal Penelitian

Jadi apa itu sebenarnya proposal penelitian, kalau melihat dari artinya proposal berasal dari bahasa Inggris yakni propose. Arti dari kata tersebut adalah mengajukan, dalam hal ini bisa diartikan sebagai permohonan. Kalau proposal penelitian sendiri adalah dokumen yang dihasilkan dari proses penelitian oleh seseorang secara ilmiah, rinci terstruktur, dan mampu dipertanggungjawabkan keabsahannya.

Karena bisa dipertanggung jawabkan itulah, tidak heran kalau proposal penelitian harus menyertakan referensi yang sifatnya valid. Tidak boleh berdasarkan hasil karangan, dan semuanya harus disusun berdasarkan fakta yang ada. Sebab semua data yang didapat itu melalui penelitian dan semua sudah sesuai dengan kaidah yang ditetapkan. Jadi peneliti dan penulis tidak boleh sembarangan.

Bagian Proposal Penelitian

Sebelum mengetahui bagaimana sistematika penulisan proposal penelitian yang baik, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu bagian proposal penelitian. Karena dengan begitu maka penyusun bisa mendapatkan sedikit gambaran singkat bagaimana caranya menyusun proposal penelitian ini.

1. Bagian Awal

Untuk bagian awal terdiri dari halaman judul, halaman persetujuan, dan juga daftar isi. Halaman judul isinya judul dari proposal penelitian, maksud proposal, logo lembaga, nama, NIM, instansi yang dituju, dan juga tahun pengajuan. Lalu ada halaman persetujuan yang isinya adalah pernyataan dari pembimbing lengkap. Daftar isi yang di dalamnya terdapat isi dari proposal ini.

2. Bagian Utama

Selanjutnya adalah bagian yang penting dari proposal penelitian yakni bagian utama. Tentunya bagian utama ini jauh lebih kompleks jika dibandingkan dengan bagian sebelumnya. Karena memang bagian ini adalah inti dari proposal ini.

  • Latar belakang masalah yang mengungkapkan permasalahan-permasalahan yang akan diteliti
  • Rumusan masalah yang menjadi fokus penelitian agar penelitian tidak menyebar kemana-mana
  • Tujuan penelitian mengapa penelitian tersebut dilakukan
  • Hipotesis penelitian (biasanya ada di penelitian kualitatif)
  • Kegunaan hasil penelitian di sini peneliti menjelaskan sumbangsih yang dapat diberikan oleh hasil penelitiannya kepada masyarakat.
  • Penegasan istilah, menegaskan istilah yang sifatnya beragam
  • Tinjauan pustaka yang terdiri dari teori-teori dan juga tinjauan hasil penelitian
  • Kerangka konseptual
  • Paradigma penelitian
  • Metode penelitian
  • Sistematika pembahasan

3. Bagian Akhir

Terakhir adalah bagian akhir dari proposal penelitian ini. Untuk bagian akhir yang dimiliki oleh proposal ini adalah daftar rujukan, yang isinya adalah sumber bacaan atau literatur yang digunakan untuk referensi utama dalam proposal. Lalu ada lampiran yang di dalamnya terdiri dari rancangan-rancangan. Dimulai dari rancangan daftar isi, instrument pengumpulan data, dll.

Sistematika Penulisan Proposal Penelitian

Setelah membahas tentang bagian dari proposal penelitian, maka sekarang saatnya masuk ke pembahasan inti yakni sistematika penulisan proposal penelitian. Pada pembahasan ini akan diberikan bagaimana caranya menyusun semua dengan benar. Karena dengan begitu, peneliti bisa lebih mudah dalam menyusun proposal ini. Jadi pastikan untuk menyimak langkahnya sampai habis.

1. Halaman Judul

Ini merupakan halaman pertama yang akan langsung dibaca. Untuk halaman ini tidak hanya berfungsi sebagai pemberi tahu apa judul yang dilakukan, tapi lebih dari itu. Karena pada halaman ini dijelaskan secara sederhana apa tujuan dari penelitian. Jadi halaman ini bisa digunakan sebagai acuan dari keseluruhan isi. Oleh sebab itu gunakan judul yang menarik namun singkat.

2. Latar Belakang

Pada bagian ini peneliti menjelaskan alasan mengapa dirinya menggunakan judul penelitiannya untuk diteliti. Saat menyusunnya jangan menggunakan bahasa yang mengarang, dan hindari untuk memberikan penjelasan yang sifatnya opini. Kalau bisa gunakan sumber yang valid dan sifatnya ilmiah atau scientific dengan begitu akan lebih terlihat kejelasannya.

3. Rumusan Masalah

Menyusun bagian ini bukanlah sesuatu hal yang sulit karena diambil dari permasalahan atau tema yang akan diteliti. Peneliti harus mampu membuat proposal ini dengan pertimbangan tahap-tahap rumusan masalah. Karena nantinya di penelitian ini akan melibatkan banyak variabel dan semua variabel tersebut saling berhubungan. Jadi harus mampu menghubungkan semuanya dengan runut.

4. Batasan Masalah

Setiap penelitian yang dilakukan haruslah mempunyai batasan masalah apa yang akan dilakukan penelitian. Karena kalau tidak ada batasan masalah, maka bisa menyebabkan penelitian menjadi melebar. Lebih dari itu dikhawatirkan kalau nantinya hasil yang diberikan oleh penelitian ini menjadi tidak sesuai dengan kaidah yang ada.

5. Tujuan Penelitian

Tentunya setiap penelitian yang dilakukan ini memiliki tujuannya masing-masing. Karena akan sangat aneh apabila melakukan sebuah penelitian tanpa adanya tujuan yang jelas. Pastikan untuk menyusun tujuan penelitian ini secara rasional, dan juga persuasif. Hal itu bertujuan agar bisa menarik minat pembaca untuk mengetahui lebih dalam tentang tujuan dari dilakukannya penelitian ini.

6. Manfaat Penelitian

Sistematika penulisan proposal penelitian yang selanjutnya adalah mencantumkan manfaat penelitian. Jadi tidak hanya tujuannya saja, tapi juga apa manfaat yang bisa diberikan oleh penelitian ini nantinya. Hal ini sejalan dengan bagian proposal penelitian yakni kegunaan hasil penelitian. Tentunya setelah manfaat ini disusun pengguna jadi mengetahui apa manfaat dari penelitian ini.

7. Landasan Teori

Penelitian ini seperti yang sudah sering disinggung sebelumnya dibuat bukan berdasarkan hasil karangan melainkan mencantumkan sumber dan data yang valid. Untuk membuktikan kalau sumber tersebut valid, maka dibutuhkan sebuah landasan teori. Di sini akan diberikan apa saja teori yang digunakan sebagai landasan dan juga rujukan dalam membuat dan menyusun penelitian ini.

8. Metode Penelitian

Pilihlah metode penelitian yang kiranya cocok untuk jenis penelitian yang ingin dilakukan. Sebelum memilih ada baiknya untuk memahami dulu jenis-jenis metode penelitian yang ada. Dengan begitu maka untuk menentukan mana yang paling sesuai akan lebih mudah. Karena kalau metode penelitian yang dilakukan tidak sesuai dengan tujuan, maka akan menyulitkan peneliti itu sendiri.

9. Struktur Kerangka Laporan

Selanjutnya adalah struktur kerangka yang di dalamnya memuat tentang hal-hal penting yang menjadi inti utama pembahasan di dalam proposal. Masukan juga semua aspek dasar yang menjadi penyebab dan alasan mengapa akhirnya memutuskan untuk melakukan penelitian ini. Urutkan secara rinci dari mulai proses awal sampai ke proses akhir dari proses penulisan penelitian ini.

10. Daftar Pustaka

Terakhir adalah daftar pustaka yang tentu saja penyusunan dari daftar pustaka proposal penelitian tidak jauh berbeda dengan karya ilmiah lainnya. Hanya saja yang peneliti harus perhatikan adalah penulisan daftar pustaka tersebut berdasarkan sumbernya. Karena berbeda sumbernya berbeda juga cara dan metode penelitiannya.

Jadi setelah melihat bagaimana sistematika penulisan proposal penelitian dan bagian apa saja yang ada di dalam proposal ini jangan sampai salah lagi dalam menyusunnya. Pastikan untuk menyusunnya secara runtut dan rapi sesuai kaidah. Dengan begitu proposal penelitian menjadi lebih menarik untuk dibaca, dan tentunya bisa memberikan manfaat yang lebih ke masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *