Blitzkrieg vs Perang Parit dalam Membangun Scale Up Bisnis Menuju Corporasi 2

Kami BelajarKreatif percaya banyak dari rekan mahasiswa saat sudah yang mempunyai usaha bisnis, ada yang sudah besaar dan ada yang menengah untuk ukuran mahasiswa. Namun besar peluang dari usaha kalian mahasiswa bisa discale up menjadi usaha yang lebih besar. Karena ide-ide dari usaha mahasiswa sudah mempunya Visi Misi dan Tujuan jauh ke depan melampau dari status sebagai mahasiswa. Demikian juga yang sudah membangun bisnis tingkat UKM walaupun sekarang masih bisa aka nada peluang yang lebar untuk menjadi suatu yang besar setingkat corporasi.

Cara Cepat UMKM pindah ke Kuadran Korporasi

Blitzkrieg adalah taktik perang dari Jerman yang pertama kali digunakan untuk menaklukkan Polandia. Arti Blitzkrieg, Blitz berarti kilat dan krieg yang berarti perang.

Sehingga Blitzkrieg adalah taktik perang yang secepat kilat dan mendadak. Bahkan musuh tidak sempat memberikan perlawanan berarti.

Blitzscaling diambil dari blitzkrieg karena menggunakan taktik yang sama, yaitu secepat kilat. Blitzscaling adalah metode menumbuhkan bisnis UMKM menjadi korporasi.

Blitzscaling pertama kali digunakan di Paypal dan LinkedIn. Sedangkan di Indonesia, salah satu yang menerapkannya adalah HAUS.

Dari Blitzscaling, Kamu belajar :

1. Menumbuhkan perusahaan dengan cepat melaui setiap tahapan Blitzscaling.

2. Install mindset korporasi

3. Scale up organisasi bisnis yang kuat, tidak hanya menumbuhkan revenue dan customer.

4. Bagaimana menumbuhkan tim yang kuat

5. Membentuk kultur perusahaan yang sesuai

6. Menemukan dan memperoleh berbagai sumber daya yang dibutuhkan untuk blitzscaling

Baca Juga 4 Cara Bisnis Autopilot untuk Maksimalkan Usaha Anda Berjalan Sendiri

Perang Parit (bukan perang khandaq), adalah taktik perang yang digunakan oleh negara-negara yang berperang di Perang Dunia I. Perang parit bisa terjadi berbulan-bulan dan menelan banyak korban bagi pemenangnya.

Salah satu perang parit yang terkenal adalah Perang Somme yang berjalan 5 bulan. Perang itu menelan korban kurang lebih 120.000 prajurit bagi pemenangnya. Padahal perang itu hanya merebut maju 5 km ke arah musuh.

Selama 5 bulan itu banyak prajurit yang gugur akibat infeksi, stress, sakit dan kelaparan. Setiap detik, mereka dihujani bom dan tembakan.

Jika ada yang meninggal, tidak sempat dikubur dengan layak. Mayat-mayat dibiarkan saja atau dikubur di dinding-dinding parit. Sehingga bau menyengat, campuran antara mayat yang membusuk, tinja dari kakus darurat dan bau badan tentara yang sudah lama tidak mandi.

PENGETIAN BLITZKRIEG

Sedangkan Blitzkrieg adalah sebutan bagi taktik perang Jerman ketika menaklukkan Polandia dan menjadi awal dari Perang Dunia II. Taktik ini muncul dalam rangka mengatasi taktik Perang Parit. Taktik itu berciri khas :

– kejutan

– cepat

– Efisien

– menyerang objek-objek strategis

– cepat berubah formasi untuk membingungkan lawan

– dan diakhiri dengan Vernichtungsschlacht, alias pemusnahan total.

Pertama-tama pesawat tempur diutus untuk mengebom dan menyerang terlebih dahulu. Lalu disusul dengan tank untuk membuka jalan bagi pasukan infantri.

Musuh tidak sempat membentuk pertahanan dan dicegah untuk menarik diri dari pertempuran. Jika ada musuh yang mau membentuk pertahanan atau melarikan diri, akan langsung dikejar.

Taktik ini tidak akan berarti tanpa persiapan yang matang, komunikasi radio tanpa kabel, dan juga kerja tim yang luar biasa. Pemenang perang tidak banyak menderita kerugian.

Baca Juga Inilah Tahapan Membuat Bisnis Model Autopilot Yang Perlu Kamu Ketahui!

BLITZSCALING ARTI LEBIH LUAS

Reid Hoffman dan Chris Yeh, pendiri Paypal serta LinkedIn (dan juga investor Facebook), menulis buku yang berjudul BLITZSCALING. Mereka menulis buku berdasar pengalaman praktis mereka dalam menumbuhkan perusahaan dengan cepat, efektif dan efisien.

Ya, seperti tebakan Kamu, nama BLITZSCALING itu sendiri terinspirasi dari Blitzkrieg. Sebab mereka berdua mengibaratkan bisnis itu seperti medan perang. Perjalanan bisnis penuh dengan ketidak pastian.

Jika Kamu menumbuhkannya terlalu lambat, banyak “musuh” yang mengintai. Mereka langsung “menyerang” marketmu, padahal mungkin Kamu adalah orang pertama yang masuk ke situ. Apalagi kalau Kamu tidak segera merespon pertumbuhan marketmu, sama saja Kamu bekerja untuk kompetitor.

Ada 3 macam Scaling. Kebanyakan pebisnis hanya fokus di 2 saja, yaitu menumbuhkan Revenue dan menumbuhkan basis pelangganmu. Jika Kamu hanya menumbuhkan dua hal itu saja, ingatlah, tidak banyak perusahaan yang berhasil dengan tanpa menumbuhkan organisasi.

Scaling atau pertumbuhan yang ketiga adalah menumbuhkan organisasimu. Ukuran organisasi dan kemampuannya untuk mengeksekusi menentukan apakah ia dapat menangkap Pelanggan dan Revenue.

Pertumbuhan ukuran organisasi tidak hanya sekedar eksak jumlah tim. Namun, pertumbuhan itu lebih kepada karakter perusahaan. Bagaimana cara Kamu mengalokasikan talent? Lalu bagaimana menumbuhkannya? Bagaimana kamu akan mempertahankan budaya perusahaan? Bagaimana kamu berkomunikasi? Bagaimana Lanskap kompetitif perusahaan Kamu akan berubah?

BELAJAR BLITZSCALING

Ada yang bilang, nekat itu modalnya bisnis. Ya, sampai titik tertentu saja. Sebab pada fase tertentu hanya bermodal “nekat” keberanian itu penting. Namun, di titik menumbuhkan bisnis, pindah dari kuadra UMKM ke kuadran Korporasi itu lebih mudah belajar dari pengalaman orang lain.

Ada dua hal di dunia ini yang perlu Kamu Kelola, yaitu Waktu karena sedikitnya dan ILMU karena saking banyaknya di sekeliling kita.

Belajar Blitzscaling langsung dari yang sudah mempraktekannya dan WORKS; Bersama Mas Auf (Arief Ardinugroho), Owner dan Founder Kiriminaja.com

Sabtu, 6 Agustus 2022 di Hotel Kalya, Yogyakarta.

Daftar langsung ke

wa.me/6287838385159

Usaha bisnis yang lagi trending sekarang adalah Usaha Perdagangan, Fashion Foodie dan Jasa. Usaha dagang dalam aktivitas perekonomian mempunyai peran penting menggerakan laju pertumbuhan ekonomi. Tetaplah Optimis bangun Cita dan Pikiran Besar menuju bisnis kamu yang lebih banyak memberikan manfaat lebih besar dan lebih banyak Orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *