Yang Hilang Dan Sulit Kembali Bersama Global Forest Watch (Gfw)

Kasuari Edisi 29 Yang Hilang Dan Sulit Kembali Bersama Global Forest Watch (Gfw)

. “Pembangunan besar-besaran era Presiden Jokowi tidak boleh berhenti atas nama emisi karbon atau atas nama deforestasi,” (akun Twitter menLHK @SitiNurbayaLHK (3/11/2021). Pernyataan ibu menteri ini sangat mungkin karena Indonesia masih punya hutan primer yang luas sebesar 93,8 juta ha (2001). Jumlah yang merupakan lebih dari separuh luas daratan. Dan toh kita harus terus membangun, bukan?

Tidak apa-apa. Meski sepanjang periode 2002-2020, Indonesia telah kehilangan sekitar 9,75 juta ha lahan hutan primer yang membuat Indonesia kehilangan 36% lahan tutupan pohon pada periode yang sama (Global Forest Watch (GFW)). Meski Indonesia juga menjadi salah satu negara yang paling banyak kehilangan hutan primer di dunia dan mengambil peran dalam perubahan iklim global. Seperti di tahun 2020 kita telah kehilangan 270 ribu ha lahan hutan primer yang berarti kita ikut menyumbang emisi karbon sebesar 208 metrik ton (mt) pada dunia. Emisi karbon yang ikut menaikkan suhu bumi yang berakibat pada wabah kekeringan, ketersediaan air, curah hujan/cuaca ekstrim, es di kutub mencair dan banjir di mana-mana.

Semua ini mari kita abaikan, jika bumi tidak lagi penting bagi kita

Namun, jika memang kesadaran tentang menjaga bumi termasuk hutan adalah penting bagi kita sebagai guru. Penting membawa kesadaran yang sama pada anak didik kita, mari perdalam wawasan kita dalam webinar rutin Kasuari IGI Papua Barat bersama:

🧑🏻‍🌾 narasumber

Nikolas Jemris Imunuplatia

Ketua Eksekutif Gerakan Masyarakat Papua Lestari (Gemapala)

👱🏽‍♂️moderator

Dominikus Doni Petun

IGI Kabupaten Sorong

SMA Negeri 4 Kabupaten Sorong

🥦 Topik:

Jaga Hutan Papua: Selamatkan Bumi

📌Minggu, 06 Maret 2022

     19.00 – 21.00 WIB

📱 meeting link: ditsmk.webex.com atau https://qrco.de/kasuari29

      meeting number: 2510 798 5427

      password: igipb

🎁 e-sertifikat

Fakfak, 05 Maret 2022 Kasuari: Kanal Suara 🇮🇩 yang berkibar dari Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.