Proker KKN Akuntansi

Akuntansi identik dengan berbagai perhitungan yang berkaitan dengan keuangan, tidak semua orang dapat dengan mudah mempelajari mata kuliah tersebut. Tentu akan menjadi sebuah tantangan tersendiri ketika menentukan proker KKN akuntansi sederhana yang dapat dipahami oleh orang awam. Meski demikian, penerapan ilmu akuntansi akan sangat bermanfaat bagi warga sekitar.

Secara tidak langsung, ilmu akuntansi sangat sering diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dalam menghitung laba penjualan, sistem koperasi, penentuan pajak serta hal lain yang erat kaitannya dengan finansial. Agar dapat merancang program kerja yang baik, berikut 5 contoh proker bidang akuntansi sebagai bahan pertimbangan sebelum melaksanakan KKN:

1. Bimbingan Penyusunan Laporan Keuangan Untuk PKK

Laporan keuangan memiliki peran penting dalam suatu keorganisasian, sebab kinerja para anggota organisasi dapat dipantau dari data tersebut. Salah satunya laporan keuangan pada PKK yang harus ditulis dengan benar, sesuai kaidah penyusunan pembukuan finansial. Nantinya, laporan tersebut akan dipertanggungjawabkan kebenarannya di kecamatan.

Sehingga mahasiswa dapat menerapkan ilmu akuntansi yang diperoleh selama kuliah dengan merencanakan proker yang bermanfaat. Guna mengatasi masalah tersebut, kelompok KKN dapat mengadakan bimbingan secara berkala mengenai cara penyusunan laporan keuangan yang baik. Bimbingan dapat dilaksanakan bersama dengan anggota PKK di daerah yang ditempati KKN.

2. Sosialisasi Pentingnya Menabung

Proker KKN akuntansi yang sederhana dapat dimulai dengan menyelenggarakan sosialisasi pentingnya menabung di sekolah. Kelompok KKN dapat menentukan sekolah mana saja yang akan dikunjungi. Menerapkan pentingnya menyimpan uang akan membuat anak-anak tidak boros pengeluaran dan dapat memanfaatkan tabungan bila diperlukan di masa yang akan datang.

3. Bimbingan Pembukuan Harian Bagi Para Pelaku UMKM

Seringkali yang terjadi di lapangan adalah kecenderungan menjalankan UMKM tanpa pembukuan yang tepat. Perhitungan untung rugi hanya sebatas perkiraan tanpa ada hitungan pasti. Sehingga pelaku usaha tidak dapat menentukan berapa kerugian atau keuntungan yang diperoleh. Sebab, pembukuan harian masih terlalu awam dan tidak banyak yang menerapkannya.

Guna mengatasi permasalahan tersebut, mahasiswa dapat merencanakan proker KKN akuntansi berupa bimbingan pembukuan harian. Utamanya bagi para pelaku usaha kecil agar dapat meningkatkan bisnis yang sedang dijalankan. Dengan demikian, keadaan finansial dapat dipantau sebagai bahan mengambil kebijakan dalam berwirausaha.

4. Sosialisasi Mengenai Koperasi Desa dan Manfaatnya

Koperasi desa pada dasarnya akan sangat bermanfaat untuk menyimpan dan mengelola keuangan anggota. Simpanan pada koperasi dapat dimanfaatkan sebagai modal bagi para pelaku UMKM yang membutuhkan. Sehingga perlu adanya sosialisasi agar penjelasan mengenai koperasi serta manfaatnya dapat dipahami oleh warga.

5. Mengenalkan Aplikasi Keuangan

Perkembangan teknologi membuat segala sesuatunya berjalan dengan mudah. Salah satunya terlihat dari munculnya beragam aplikasi pembukuan keuangan yang dapat diunduh pada smartphone. Diantaranya aplikasi Buku Kas, Buku Warung, Manajemen Keuangan, dan sejenisnya. Meski demikian, banyak pulau diantaranya yang masih awam dalam mengoperasikan aplikasi tersebut.

Mahasiswa dapat menggunakan aplikasi keuangan untuk membantu mempermudah pembukuan UKM. Diterapkannya aplikasi tersebut akan sangat bermanfaat untuk mengelola keuangan dengan baik. Di samping itu, besarnya pendapatan dan pengeluaran sehari-hari dapat dipantau dengan mudah memanfaatkan aplikasi manajemen keuangan.

Demikianlah 5 contoh proker KKN akuntansi yang dapat diterapkan pada lingkungan setingkat desa. Demi terselenggaranya setiap kegiatan dengan optimal, sebaiknya kelompok KKN selalu berkoordinasi dengan aparat desa. Terlebih arahan dan masukan yang diperoleh akan membuat kegiatan berlangsung dengan baik sesuai apa yang telah direncanakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.